Recent Posts

Isnin, 15 Januari 2018

0 ulasan

Tak Jauh Dari Ku bahkan Begitu Dekat Dengan Diriku



Jari ku mulai menari nari diatas sebuah kertas putih, dengan bermodalkan sebuah pena tinta yang telah lama tidak aku gunakan, aku mulai menulis sebuah cerita hidup yang begitu nyata terjadi dihidupku, setelah sekian lama aku berhenti untuk menulis dan fokus untuk menjalani hari hari ku yang membosankan itu. Aku bingung akan memulai dari mana, akan ku ceritakan mulai dari mana, aku bingung. Sudah beberapa kali ku tullis kata demi kata yang kurangkai hingga menjadi sebuah kalimat, namun pada akhirnya aku menghapusnya kembali. Sudah hampir menjadi sebuah paragraf pada akhirnya ku hapus kembali. Mungkin karena telah lama tak menulis, bahasa ku mulai kurang menarik, pemilihan bahasa ku mulai tumpul, dan aku menyesali itu..

Setelah sekian lama otak ku berfikir untuk memulai untuk menceritakan, tiba tiba ada sebuah bayang hitam terlintas difikiran ku. Aku tutup kedua mata ku, dan aku berhenti untuk menulis. Semakin lama bayang itu semakin jelas, dan imajinasiku membawa ku masuk lebih dalam ke alam bawah sadarku. Dan akhirnya sebuah gambaran jelas nyata tercipta dalam hidupku. Saat itu dari balik jendela, perlahan ku buka kedua mata ku yang silau karna sang surya mulai menyapa ku di pagi hari, aku yang saat itu sedang duduk dikasurku yang berdekatan dengan jendela kamarku, melihat keluar jendela dan melihat pemandangan yang tak bisa ku llihat setiap harinya.

Bibir ku perlahan terangkat keatas, dan pipi ku perlahann memerah, aku menutup mulutku dan perlahan ku melirik keluar jendela kembali. Pemandangan yang indah dimata ku, bola mata coklat ku tak ingin lepas dari hal yang menarik ku lihat sekarang ini. Tangan ku menuju ke arah jantung ku berada, aku merasa jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya, aku gugup, cemas, tak tenang namun aku nikmati setiap perasaan yang timbul saat itu.

Tak jauh dari ku, hanya terpisah oleh dinding rumah, aku bisa melihat nya mulai sekarang setiap harinya dari balik jendela kamar ku. Seoarang pemuda dengan rambut ikal sedikit panjang yang dia punya telah menyita perhatian ku setiap harinya. Ku ketahui ternyata dia adalah tetangga baru disebelah rumahku, yang sudah lama tak berpenghuni. Aku yang saat itu masih duduk di bangku sekolah menengah atas tingkat akhir tentunya harus lebih rajin dan semangat dan betah dirumah untuk belajar mandiri di rumah.

Ku temukann alasan ku tuk betah dirumah, aku sering kali duduk dikasur dekat jedelaku sembari belajar sambil menunggu tetangga baru ku keluar sesekali. Terkadang aku lagi beruntung terkadang juga tidak, terkadag seharian dia tak keluar rumah, terkadang tak disadari dia keluar rumah.

Pada suatu ketika, pemuda itu berjalan lewat depan rumah ku, dengan saudara laki lakinya yang lain, aku terus melihatnya dr balik jendela ku, aku terkejut, dia berhenti didepan rumahku, dan membuka pagar rumah ku, lalu dia mengucapkan salam tanda ingin bertamu kerumah ku.
Ku lihat orang tua ku sibuk dirumah sebelahnya, lantah aku sendiri dirumah keluar dari pintu depan, aku mencoba untuk berikap biasa saja, senatural mungkin aku tak menunjukan rasa cemas dan gugup ku didepan dia.

“ iya kak, ada apa ya?” tanyaku dengan pelan. “ Ini dek, boleh pinjem tangga gak dek, kami baru pindah disebelah rumah adek ada yang mau di pasang diruamah” kata nya sambil tersenyum kepadaku. Aku refleks menunduk dan tersenyum malu pada nya, “ Ah boleh kak, tangga nya ada di rumah sebelah, disebelah ada bapak sama ibuk coba aja tanya dan masuk kedalam ya, lewat sana” kata ku sambil  menunjukan kearah yang harus dia lalui. “ oh iya terimakasih ya dek” dia pun pergi masuk kearah yang aku tunjukkan tadi.

Aku langsung lari menuju kamar ku kembali dan menutup pintu ku, dan duduk kembali di depan jendelaku, jantung ku tak beraturan iramanya, berdetak sesuka nya saja. Aku mengigit pena ku dan melihat dia keluar pagar rumah dan melewati depan rumah ku tepat dimataku. Aku menikmati pemandangan ini, ingin ku berteriak dan bertanya siapa nama nya, ingin kenal dia lebih jauh lagi, tapi aku terlalu malu untuk melakukan hal itu terhadapnya.

Hari demi hari telah berlalu, aku pun sudah tamat dari SMA, aku mulai kuliyah dan aku belum tau juga siapa nama tetangga sebelah ku. Suatu sore aku hendak pergi keluar, tapi ibu ku menyuruhku untuk memberikan sesuatu ke tetangga sebelah rumahku, aku menurutinya, aku tak berfikir akan bertemu dengan pemuda itu dirumah saat itu, ku fikir saudara perempuannya atau orang tuanya lah yang keluar saat itu.

“tok tok tok, assallammualaikum” sapa ku saat itu. “waalaikumsalam” terdengar suara pemuda yang aku belum ketahui namanya keluar membuka pintu, aku tak dapat menghindar, sekarang dia tepat berada didepanku, dengan tinggi badan yang menurutku tinggi untukku dia benar benar berdiri didepan ku dan meutupi semua bayangan tubuhku.

“ ini kak, ada titipan dari ibuk” kataku sambil memeberikan sebuah kantong plastik hitam kepadanya. “ oh iya dek terimakasih ya, mau kemana adek? Kok rapi gitu?” tanyanya sambil tersenyum manis kepada ku. “hem,, eh iya kak, mau pergi keluar bentar,, ke kampus kak” jawabku sambil terburu buru dan memainkan jilbab yang ku kenakan.

“ yaudah kak, adek pamit aasslmkum”  “ waalaikumslm” Aku begitu gugup berjalan membelakanginya, seakan ingin lari dan cepat masuk kamar untuk menenangkan jantung ini. Ini pertama kalinya aku diajak bicara sama pemuda yang dari dulu aku inginkan, hingga sekarang pun aku gak tau siapa namanya, sekolah dimana, atau udah kerja atau gimana aku gak tau. Begitu penasarannya aku, dan ingin kenali dia tapi aku tak mampu, dan merasa tak layak tuk kenal dengannya.

Bulan demi bulan telah terlewati, aku merasa aneh, aku tak lagi melihat pemuda itu melewati rumahku, terkadang aku sengaja untuk keluar bila terdengar suara motor tetangga sebelah dan pura pura menyapu teras rumahku, ternyata bukan dia, ternyata saudara laki lakinya. Keesokan harinya seperti itu juga,, ternyata bukan dia tapi saudara laki lakinya.

Lalu ibuk ku cerita tentang tetangga sebelah rumahku, dan dia menyebut sebuah nama, aku mendengarnya dengan sangat hati hati.. “Siapa buk?” tanya ku sekali lagi “GEFRY”  kata ibu ku sekali lagi. Aku tersenyumm dalam hati, ternyata namanya gefry, aku baru sadar namanya kak gefry, aku bahagia, lucu fikirku, sekedar tau namanya saja aku sudah senang seperti ini.

Aku dengar kembali cerita ibu ku, namun cerita ibu ku membuatku sedih, tertunduk lemah, ibu ku menceritakan pemuda itu, kalau dia pergi ke JEPANG untuk magang disana. Sedih begitu sedih yang kurasa, tenyata selama ini aku tak bertemu dengannya karena sebab ini, tanpa dia tau bagaimana perasaan ku padanya selama ini pada nya. Mungkinkah hanya aku yang merasakannya sendiri, lagi lagi cinta dalam hati ini, harus ku pendam sendiri, tanpa tau orang yang ditujunya, menikmati begitu indahnya perasaan ini sendiri tanpa tau kapan dia akan hilang kembali dari dalam hati.

Ku putuskan untuk menyimpan perasaan ini di tempat yang paling dalam di dasar hatiku, dan ku putuskan untuk keluar dari rumah pergi merantau ditahun 2013. Aku tidak tau kapan kak gefry akan kembali dari jepang, tapi sejak aku tahu di pergi, aku juga ingin pergi dari sini. Aku langkahkan kaki ku keluar dari zona aman ku, menuju dunia luar yang belum pernah lama aku kunjungi dan tinggali, berharap menemukan sesuatu yang hilang dari dalam diri ini. Melangkah dengan niat yang benar, aku akan temuakan arti hidup ini..
Sejak saat itu, aku hidup sebagaimana ingin ku hidup, setiap harinya aku berharap dapat melupakan perasaan yang pernah ada dulu. Bertahun tahun ku lalui, aku mulai hidup dengan penuh tawa dan ceria ku kembali, suatu ketika aku  pulang ditahun ke dua ku tinggalkan zona aman ku,, ini mengejutkannku, tetangga sebelahku tak ada lagi disana, dia pindah ke belakang rumah ku yang tak jauh dari gang yang sama, namun bagiku sama saja, pindah pun aku tak bisa melihatnya lagi, berada disamping rumah ku pun, aku juga tak bisa melihatnya lagi. Toh dia juga tak ada disini lagi..

Malam itu aku dundang ke acara lamaran saudara perempuannya kak gefry, tentu dengan senang hati aku datang bersama saudara laki lakiku.. sudah lama rasaku, tak bertemu tetangga sebelah rumah ku, syukurlah mereka baik baik saja dirumah barunya, saudara perempuannya bernama ayuk wiwit, dia mengajaku masuk kedalam kamarnya dengan gadis yang lain. Aku tak terbiasa duduk bersantai, aku lebih memilih didapur bersama ibuk ibuk lainnya. Namun ketika acara dimulai ayuk wit mengajak ku kemabli ke kamarnya untuk menemaninya.. aku mendengar ayuk wit bercerita tentang kak gefry di jepang. Terlihat oleh ku foto kak gefry saat main di salju saat itu sambil menggunakan skyboat. Senyum ku terukir begitu saja, namun aku menyembunyikannya dari saudara perempuannya.

Bagiku perasaan itu tak lah hilang sepenuhnya, dia masih tersimpan dengan rapi di dalam ini. Hanya saja karena hanya aku yang merasakan itu lebih indah dari imajinasiku.. Dan akan tersimpan tanpa dia ketahui dulu sekarang dan yang akan datang. Karena bagiku cinta tak harus  memiliki, bahagia nya bagiku sudah cukup membuatku   tersenyum seperti ini. Hidupnya disana aku tak tau apakah dia bahagia disana atau tidak, tapi melihat dari fotonya aku rasa dia bahagia dengan hidup barunya. Aku juga harus bahagia dengan hidupku sekarang di tempat ku yang baru ini.

Tak lama ku pulang kerumah, aku harus menyelesaikan kulliyahku, demi tercapai apa yag ku impikan selama ini, dan akhirnya aku kembali merantau dan keluar dari zona amanku. Begitu kuat ambisiku untuk menyekesaikan study ku disini, dan sesuai target ku, aku bisa membawa kedua orang tua ku kedepan muka umum bersamaku menemaniku saat ku wisuda. Alhamdulillah Allah masih memberikanku kesempatan untuk menjadi lulusan terbaik di tempat ku kuliyah sekarang, dan aku bisa melihat senyum kedua orang tua ku melihatku dengan bahagia saat ku ajak beliau kedepan hadapan semua rektor dan departemen pendidikan bahkan kesehatan laiinnya. Namun kau belum punya niat untuk pulang ke ruamh, aku masih punya target lainnyaa, bekerja di tempat yang sangat aku impikan, didaerah yang baru, dengan orang baru, suasana baru, akan lebih tertantang perjalanan hidupku dibandingkan harus pulang kerumah dan dimanja dengan harta orang tua yang ada.
Hidup sebenarnya baru akan dimulai, perjuangan ku baru akan dimulai, dengan modal nekat, tekat dan doa orang tua, aku berpetualang sendiri, di akhir tahun 2016 aku menelusuri setiap daerah sendiri, kesana kemari mengantar lamaran kerja, disemua sudut kota tak luput aku kunjungi dan ku singgahi. Sempat ku merasa lelah, tapi aku tak bosan untuk menunggu, panggilan kerja berdatangan menghampiriku, kesana kemari ku ikuti, semuanya ku lalui suka duka ku telan sendiri. Hingga suatu ketika panggilan kerja dari daerah rumahku dulu membuatku untuk kemabali pulang. Mungkin ini membang jalan hidupku dan takdir Allah yang sudah digariskan untuk ku.

Aku kembali pulang kerumah untuk mengikuti tes kerja di RS swasta yang ada di sana. Sebelumnya tetangga depan rumah ku ada acara nikah, tentunya dengan senang hati aku datang, setidaknya aku bisa sedikit menolong bagian dapurnya. Aku sibuk di dapur, aku bahkan tak sadari orang yang aku tunggu selama ini tak jauh berada dari ku. Kalian masih ingat? Ya kak GEFRY, aku tidak tau kalau dia sudah pulang ke  indonesia, dan sekarang berada tepat disampingku. Ku lihat dia perlahan, aku takut mengejutkannya atau risih karena adanya hadirku. Ku kedipkan mata berulang kali, ku gosok kedua mataku berulang kali, sesekali ku cubit tangan ku, ternyata memang benar kak Gefry tepat berada disampingku.

Jantung ku sontak berdebar kembali, aku sulit mengontrol debaran ini, aku ingin lari namun aku tak bisa, aku terkepung diantara kerumunan ibuk ibuk didapur, aku ingin menyembunyikan wajahku darinya, ku belakangi dia lalu aku terus bekerja seperti biasanya. Namun pada akhirnya aku ketahuan juga karena ibunya menyapaku.. “ hey yuni, kapan pulang, udah lama tak ketemu, diamana kerja sekarang,?” sontak pencah lamunannku karen ibunya menyapaku “ hehehe, iya buk, baru tadi malam sampai dirumah, pulang kesini karena ada panggilan tes buk di RS itu, ya mungkin selama tes yuni dirumah buk, kalau gak lulus ya yuni pergi lagi ke tempat lain” kataku sambil malu malu dilihat sama kak gefry.

“hem bagus itu, itu kan RS swasta yg bagus disitu yun, semoga dimudahkan ya” kata ibu kak gefry kepada ku. Sambil tersenyum aku berusaha menyembunyikan rasa malu ku kepada ibunya. Ibu ibu yang lain menyambar pembicaraan kami. “yun, kamu kapan nikahnya, gak tu sama anak ibuk itu aja, kan ganteng dia tu” aku pun tertawa mendengarnya sambil malu malu.
“iya yun, mau yuni sama anak ibuk, sama kak gefry,iya mau??” kata ibu kak gefry sambil mencolek diriku. Aku begitu malunya, tak bisa menahan rasa malu ini aku berdiri dan tertawa dan keluar dari dapur dan menuju ke tempat meja jaga makanan. Ku lihat kak gefry pun keluar dan duduk tepat berada di sebelah saudara laki laki ku. Sesekali aku melihatnya dari jauh, dan tenyta dia begitu juga melihat kearah ku tanpa aku sadari. Entah apa yang menarik dari diriku, tapi aku merasa aku di perhatikan setiap kali aku tak melihat ke arahnya dan aku sadari itu.

Aku tak bisa menahan tenyata aku tersenyum begitu saja ketika aku memikirkan perkataan ibu ibu itu dan ibu kak gefry tadi, entah aku senang atau gimana yang jelas sekarang aku senyum senyum sendiri sejak tadi. Acara ijjab dan kabul dimulai, aku kepo, aku penasaran, aku melihat diantara banyak orang, dan seorang anak menghalangi padanganku, sontak dari belakang ibu kak gefry berkata, “nak duduk kami mau lihat juga ni”.

Mendengar itu aku senyum sendiri, entahlah aku merasa lucu, senang bahagia bahkan malu, aku tidak menyangka akan dipertemukan seperti ini, dengan kondisi saat ini, bbegitu misterius jalan hidup ini. Aku mulai lelah aku mulai duduk menyender di dinding, kak gefry ku lihat ikut duduk disebelahku, kami saling diam, namun sudah saatnya aku mulai menyingkirkan perasaan takut ku. Ku beranikan untuk betanya tentang dia.
“hay kak, apa kabar, cie dah pulang dari jepang, asik ya dijepang, kapan sampe di sini, kerja dimana sekarang kak, rencana mau balik ke jepang lagi?” tanya ku dengan begitu banyak pertanyaan. “ iya dek, alhmdulillah baik, biasa aja di jepang dek, ya sekarang kak ngajar aja di LPK disini, belum ada rencana mau balik kejepang si tapi nanti lah mungkin, nah adek sekarang kerja dimana ni?” kata kaka gefry balik menanyaiku.

“ hem yuni, dapat panggilan tes kak di RS swasta pulang ni karena mau ikut tes aja,, kalau enggak ya mungkin masih bertahan disana,” jawab ku saat itu. “ oh gitu semoga dimudahkan ya, dan yang terbaikya, semangat aja ya” katanya sambil tersenyum kepada ku... aku pun Cuma bisa membalas senyumnya dan meangguk saja. Hari sudah muali siang, rumah ku yang tak jauh mudah untuk dijangkau, aku lelah, aku minta kunci rumah dengan saudara laki laki ku yang sat itu sendang duduk berdekatan dengan kak gefry. Aku berlagak cuek, takut disapa, lalu lari kembali kerumah, aku buka pintu pagar, dan masuk kekamar, mendinginkan  tubuh dan sambil melihat dari balik jendela yang bersejarh ini. Sudah lama kataku dalam hati, sudah lama tidak seperti ini, aku hempaskan tubuh mungilku diikasur dan beristirahat sejenak.

Siang berganti malam, malam itu entah kenapa aku iseng membuka media sosial yang telah lama tidak aku buka. Tak kelang berapa menit aku menerima permintaan pertemanan dari kaka Gefry saat itu. Aku terkejut lantas heran, tak fikir panjang aku menerima pertemannannya dan tak lama kemudian ssebuah pesan untuk pertama kalinya masuk dari seorang pemuda yang bernama kak gefry kepada ku saat itu.

“ aslmkum yuni, apa kabar udah tamat kuliyahnya?”
“waalaikumsalam, alhmdulilllah baik, kak apa kabar? Kapan balik dari jepang?”
Xxxx xxx   x x   x x x x

Mulai dari saat itu aku mulai bercerita panjang dengan dia, ku harap ini bukanlah akhir, fikirku kenapa tidak dari dulu aku bisa dekat dengan dia, kenapa baru sekarang ketika jarak memaksa untuk memisahkan kami, mungkin ini memang jalan takdir ku dan takdirnya seperti ini, aku hanya bisa menjalani saja seperti layaknya air mengalir dan apa adanya, lagian aku juga tidak tau dia uah ada ceweknya atau tidak, aku tak tau, bahkan aku sendiri sudah punya cowok yang mengisi hati ku saat ini. Aku tidak tau aku akan berjjodoh atau tidak dengannya yang pasti aku menjalani nya seperti biasa saja.
Hari berhanti hari, bulan berhanti, sekarang sudah ditahun 2017 aku disini sudah mulai bekerja di sebuah RS swasta yang berada jauh dari rumahku, aku menjalani hari ku dengan orang baru, suasana baru, lingkungan baru, bahkan keluarga baru yang ku temukan di perantau ini. Berat hari yang ku lalui namun tetap sabar ku lewati karena semuanya adalah keputusanku untuk keluar dari zona aman, apapun resiko nya akan ku telan bulat bulat. Sedih senang, suka duka aku lewati bersama teman seperantauan seperjuangan, yang membuatku terus bertahan hingga saat ini menutup telinga dari perkataan kassar orang lain tentang diriku, menutup mata dari kekejaman dunia yang terlanjur aku saksikan.

Hingga suatu ketika aku benar benar muak dengan semua masalah yang ada, aku terdiam diri, merenung begitu panjang lamunanku, semua ketidak pastian yang begitu menghantuiku, ku mulai mendengar pendapat orang lain tentang hubungan yang ku jalani dengan teman lelaki ku, aku mulai ragu, aku mulai tak yakin dengan pilihan hidup yang  ku ambil saat ini. Hatiku tak merasakan ketenangan lagi, hatiku seakan memberontak ingin dimengerti dan di hargai sebagai seorang wanita. Bukan seperti ini yang ku mau bukan seperti ini yang kuinginkan. Bukan seperti ini yang seharusnya aku lakukan sejak dulu. Disepanjang lamunanku aku teringat seorang yang membayangiku, aku teringat seorang yang dulu pernah singgah dihatiku. Aku mengingat nya, kak gefry, tetiba aku mengingatnya, ku ambil phonsel yang ku punya, ku lihat kontak mtassangernya, dan ku tanyai kabarnya, hatiku meminta untuk menanyakan kabarnya saat ini,, hati ku ingin merasakan ketenangan bersama nya, hati ku ingin dinasehatinya dengan semua masalah yang bertubi tubi menghampiriku, aku ingin dia yg menasehati ku saat ini.

Tak butuh waktu lama, tenyata kak gefry merespons pesan dari ku, semu nasehat yang dia sampaikan pada ku, setiap perkataannya, suaranya bahkan wajah nya sekarang semakin jelas disetiap hariku, aku merasa ketenangan, kenyamanan,h arti darii dihargai, diipahami, dan aku takut karenanya aku akan jatuh cinta lagi dengannya.

Semua permasalahan yang kujalani sekarang ku ceritakan semuanya dengannya, aku tak berfikir macam macam sekarang, aku lebih suka kak gefry selalu ada seperti saat ini sebagai seorang kakaku yang selalu menasehati dengan kedewasaana dibandingkan seperti dulu, perasaanku, rasa syang ku yang sepihak terhadapnya akan melukai hatiku sendiri.
Ketika aku mulai nyaman dengan setiap kebaikan yang diberikannya kepada ku, kak gefry saat itu tetiba memanggilku dengan sebutan sayang. Sontak aku terdiam, aku tak biasa mengeluarkan satu kata pun dari bibirku, aku hanya tersenyum dalam hati, aku tak tau apa maksudnya, atau kah kakak hanya mempermainkan ku sebagi seorang adek atau itu benar benar datangnya dar hati nya.

Aku tak ingin terbawa perasaanku sendiri, aku tak mau merusak yang telah lama ini sudah baik bagi ku dan bagi nya. Cukup begitu lama aku merasakannya sendiri, berkelana dari satu hati ke hati yang lain ke arah yang tak pasti. Aku sudah lelah begitu sering menggantungkan perasaan kepada orang yang salah. Dan pada akhirnya aku juga yang akan merasakan sakitnya nantinya.

Malam itu, lewat via telefon dia berkata kepada ku, dia ingin serius menjalani hubangan ini dengan ku. Jika aku jujur dengan perasaan ku dengan nya, jika aku menyukai dirinya, dia ingin serius denganku, dia ingin menikahi diriku, dia tak mengajaku untuk pacaran, tapi dia iingin menikahi aku. Sontak jantungku berdebar dengan kencangnya, bukankah selama ini hanya kau yang merasakan, bukan kah selama ini hanya aku yang menyukai dia. Aku tak habis fikir pada akhirnya Allah membolak balikan kembali hati yang ku kubur sejak dulu, karena ku  takut tersakitii kembali, ku tutup cerita lama ku, tak berani ku buka kembali, setidaknya aku bisa merubah ceritanya fikrku. Tapi pada kenyatannya Allah ikut dalam perkara ini, apa yang terjadi saat ini? Bukankah selama ini hanya aku bukankah selama ini dia tidak merasakan hal yang sama  kepadaku. Kenapa sekarang tetiba hatinya dia berikan kepadaku? Dalam ikatan suci yang diridhoi oleh Allah.
Apa yang harus aku jawab sekarang?apa yang harus aku katakan sekarang, aku bingung, aku perlu waktu untuk meyakinkah hati ku ini masih ada untuk nya atau tidak ada sama sekali lagi. Kita sama jauhnya, kita sama tak saling sering bertemu, kita juga pernah berada di hati yang salah, memberikan perassaan kita kepada orang yang salah, tapi kita kembali, kita diipertemukan kembali lewat doa yang sama, lewat perantara yang sama. Jikalah memang ini adalah kehendak Allah, jikalah ini memang ada campur tangan dari Allah, tentunya ini akan dipermudahkan hingga akhir tentunya masalah yang akan datang akan bisa kita lalui bersama.

“benarkah akan keseriusan ini kamu tujukan padaku kak?, sungguh aku lelah dengan setiap hati yang pernah singgah lalu pergi begitu saja, nia meninggalkan bekas yang dalam namun kau harus terus mencoba tuk tertawa. Benarkah keseriusan ini kamu tujukan padaku kak? Jikala memamng benar tolong berikan aku waktu untuk meyakinkan hatiku padamu, karena ada satu hal yang tak pernah kamu ketahui kak, aku dulu pernha menyukaimu, jatuh hati padamu, tapi aku menyimpannya begitu lamanya, hingga kita sama sama pergi menggapai impian kita masing masing aku bertekat untuk melupakan cintaku padamu. Aku tak mampu menyimpan cintaku lebih lama, karena cinta itu sepihak untukku, karena cinta itu hanya aku yang merasakan, tak pernah terucap dibibir ini bagaimana perasaanku padamu. Namun malam ini ku beritahu kakak yang sebenarnya kalau aku pernah menyukaimu dulu lamanya, namun aku takut, aku segan, aku bukan wanita yang kamu harapkan, sudah sejak lama kau ingin bertegur sapa denganmu, sudah lama aku ingin tertawa bersama mu seprti saat ini, bagiku kamu terlalu tinggi bagiku, kakak tak kan pernah melirik ke arahku, aku takut ditolak, jadi aku memutuskan untuk menyimpannya dan ku bawa pergi dari sana.”

Begitu jujur malam ini aku katakan kepadanya kalau aku dan tentang perasaan sepihakku akhirnya tersampaikan kepada dia. Kepada dia yang membuat aku bertahan sejauh ini, yang dulu pernah membuatku tersenyum tersipu malu karenanya, yang tiap saat mencari alasan tuk bisa disapanya, tuk bisa bertegur sapa, semua ku sengaja demi bisa melihatnya.
“dan harus kamu tau dek, sebenarnya perasaanmu dulu tidaklah hanya sepihak, kakak merasakan hal yang sama denganmu dulu, kakak ingin sekali tertawa bersamamu, bercerita bersamamu, namu kamu tau bagaimana kondisi kakak saat itu, kakak terlalu malu dengan kondisi kakak saat itu, kakak segan utnuk mendekatimu, kakak begitu tertarik dengan kepribadian adek, kakak juga sering melakukan hal yang sama dengan adek, terkadang kakak lihat adek duduk sama ibuk diteras berdua, kakak peranah melihat rumah adek sambil berjalan pulang berharap adek akan keluar saat itu. Sekarang kakak ingin tau, bagaimana perasaan adek sama kakak sekarang, sudah hilangkah semua perasaan adek sama kakak?, perasaan kakak yang sudah lama itu kembali lagi dek, mencari adek, menunggu adek, kakak udah keliling dek kesana kemari mencari, udah sampe keluar sampe ke jepang, kakak tidak bisa temukan orang yang bisa lengkapi hidup kakak. Kakak sekarang berhenti untuk mencari dek, kakak udah temukan orangnya, ternyata tak jauh dari diriku dek, disebelah rumah kakak tulah rupanya dia berada. Kalau adek memang masih ada perasaan itu sama kakak, kakak mau seerius sama adek, insylh kakak mau nikahi adek. Kakak akan buktikan rasa cinta kakak yang sebenarnya sama adek, kakak akan datangi rumah adek temui bapak dan ibuk kalau kak emang serius dengan perkataan kakak.”

Mendengar perkataan dari nya aku terdiam, suka duka, haru tak bisa lagi ku bendung, jantung ku begitu tak bisa aku kendalikan, rasa ingin mennagis, tp aku bahagia, begitu bahagia hingga tak bisa aku katakan lewat tulisan ini. Apakah ini benar akhir yang bahagia? Sekian panjang aku menunggu, berdoa dalam kegagalan sebelumnya, inikah jawaban yang Allah berikan untuku dan dirinya?? begitu dekat. Begitu dekat dari ku. Ternyata Jodohku tak jauh dari diriku.

Insyallah aku siap dilamarmu kak gefry.
( Label: ) Read more

Selasa, 1 November 2016

0 ulasan

Dekat Dihati


Skrg waktu menunjukkan pukul 10:10  malam, lebih kurang 30 menit yg lalu dia ngengucapkan selamat tidur kpd ku. Namun ketika ku coba utk menutup mata ku, dan bergegas utuk tertidur kenapa tiba" jantung ku berdegup dengan kencang, lantas seakan" dirinya berputar" diatas kepala ku.  Bukannya tertidur dgn cepat, aku malah mengeluarkan Handphone ku dan membaca ulang chat dia hari ini.
Tangan ku perlahan menyentuh dimana jantung ku berada, begitu kuatnya debaran didalamnya, awalnya terasa sakit, ngilu bahkan nyeri terasa , bahkan membuat ku sulit untuk bernafas saat ini. tapi tiba" aku mulai tersenyum dan ku coba tuk menikmati setiap debaran yg tercipta enth dr mana datangnya. Ku pejamlan kedua mataku, lantas satu wajah kembali muncul dlm ingatan ku dgn jelas. Matany, hidungnya, bibirnya, senyumnya, bentuk badanya, setiap jari tangan dan kaki nya, bahkan sumpipit yg ada di pipinya..
Cara di melihat ku, cara dia memandangku, cara dia tersenyum padaku, cara dia malu kpd ku, cara dia makan di meja makan, cara dia menahan tawa bahkan cara di memasangkan gelang kepada ku..
Wangi tubuhnya pertama kali setelah mandi waktu itu, bahkan teringat pada malam ini.
Apakah ini semua disebut dgn cinta? sejak kapan dia timbul? sejak kpan dia bersarang di jantung ini?
sekarang waktu menujukkan pukul 10:27  malam.. aku semakin asik mengukir setiap kata demi kata, mungki skrg dia sdg bermimpi di dunia yg dia ciptakan sendiri, dan aku masih berfantasi tentang dirinya disini dgn tulisan yg tercipta begitu saja..
Sebuah lagu yang menemani saat ini, membuat suasana semakin hangat, entah karena ini pertama kalinya dia memanggil ku dgn sebuatan sayang? atau karena jantung ini merasa terbalas sudah perasaan ini dgn nya.
Haya saja, terkadang aku sering menutupinya dgn senyum, dan merasa rela melepaskan dia utk org lain. Namun walupun fikiranku seperti itu, namun jantungku kenapa tak pernah menerimanya? kalau jantung ini dpt bicara mungkin sdh dr dulu dia berteriak tetaplah bersamaku, dan jangan pernah tinggalkan aku, bawalah aku selalu bersama mu..
Terkadang emosi ku berubah"  sedih, sok kuat, trus sedih lagi, trus sok rela melepaskannya lagi begi terus sampai saat ini..
Skrang waktu menunjukkan pukul 10:37 malam mungkin dia skrg sdh sampai di puncak mimpi indahnya, dan aku disini masih berada di posisi awal berbaring diatas kasur, dan kali ini ku gunakan kamar tengah sbg tempat istirahat ku malam ini.
Mungkin sdh saatnya juga aku tertidur, namun mungkin sedikit doa utk nya ku titipkan kpd yg maha kuasa, hingga di esok hari ketika dia membaca tulisan ini, dia akan tersenyum dgn indah nya, dan semangat utuk ujiannya..
walaupun aku tak sesering dulu dpt berjumpa dgn nya namun aku tau dia Dekat Dihati ku..

watashi wa Anataga totemo sukides
( Label: ) Read more

Jumaat, 8 Julai 2016

0 ulasan

Pelabuhan Akhir


Segores tinta hitam menari nari diatas kertas usang, namun kata demi kata terangkai begitu saja. Waktu itu kau sambut aku dengan tanganmu, kau naikkan aku diatas perahumu... kau ajak ku berlayar mengelilingi indahnya panorama alam ini.. hati ku damai. jiwaku tentram disamping mu... angin yang berhembus lemut menerpa wajah dengan ramah, menyambut kedatangan ku beriring dgn indahnya kicauan burung..
kau ajak ku berkeliling dlm waktu yang panjang, hingga hujan turun membasahi tubuh ini... namun entah kenapa hati ini tetap hangat walupun bibir mulai membiru..
tak selang waktu yang lama, segores pelangi mulai muncul dari balik bukit, angin mulai bertiup hangat, mentari senja menyapa dgn indah.. kau ajak ku ke balik bukit yang berhiaskan pelangi indah.. tentu ku bahagia bukan main... Sesampainya disana, kau turunkan aku dari perahumu di pelabuhan akhirmu,, dan kau menyapaku dgn senyum dan kembali berlayar dgn seribu pertanyaan yg tersimpan di kepalaku.. kau terus tersenyum dan melambaikan tangan kearahku, hingga mentari tenggelam dari balik bukit ini..
sejenak ku berfikir lantas satu kata terlintas dikepalaku.. "Melepaskanmu"
mungkin itulah kata yang tersirat dari senyum mu, ketika kau mengantarkanku dipelabuhan akhirmu, dan menghilang bersama mentari senja..
selamat tinggal, bawalah pergi sejauh kau berlayar,aku disini akan bahagia untuk hidup ku ini..

By:Yoenitha NA
09072016
( Label: ) Read more

Sabtu, 25 Julai 2015

0 ulasan

Alasan ku Bertahan


Perlahan cairan hangat itu mengalir disela kelopak mata coklat yang ku punya, membasahi kedua pipi yang ku miliki., waktu sudah menunjukkan 00:32  itu tandanya pergantian hari telah terjadi, namun aku masih terjaga untuk menenangkan hati ku ini.
Debaran jantung yang tak dapat ku atasi, membuat cairan hangat itu semakin deras membanjiri pipi ini,. Kenapa harus aku, kenapa harus hidup ku, terkadang aku iri melihat orang lain, ingin ku menjadi bagian di dalam mereka, mungkin tak se hebat ini sakit nya,, mungkin tak kan se hebat ini sedihnya.
Kesedihan yang muncul kembali mengingatkanku kembali pada 2 tahun yang lalu, ketika semua terjadi itu terjadi., trauma yang pernah ku alami, sama sekali tak ingin ku rasakan kembali, terlebih lagi untuk mengingat semua itu..
Hidupku seakan berada di penjara, hanya sebuah pensil dan kertas lah teman curhat ku, mengdukan semua keluh kesah yang ku alami selama ini, kesendirian ku saat itu, kesedihan ku saat itu, mengajarkannku akan kekuatan, kesabaran, keikhlasan bahwasannya hidup ku tak kan selamanya seperti ini,,
Di sudut ruangan dengan bermodalkan pensil dan kertas usang ku tulis hingga tangan ini gemetar menahan sakit yg kurasakan, lantas percuma, tulisan yang ku buat sekarang telah rusak dengan air mata ku sendiri,. Sebuah pensill dan kertas usang itu telah menjadi saksi bisu yang melihat semua peristiwa itu terjadi, bagaimana kondisi lahir dan batin ku yang terluka..
Sendiri disudut ruangan yang dingin, bertemankan dengan sebuah bayangan yg selalu ikut merasakan apa yang kurasakan, tanpa orang lain, tanpa ada seorang yang bisa masuk ke dalam ditempat kuberada ini.
Namun hidupku terasa berbeda, hidupku terasa lebih berarti ketika sosok pemuda yang datang dari dalam hati, menyejukan kembali hati ini,, membuat ruang dingin ini perlahan berubah menjadi tempat yang hangat dan nyaman,
Dia ulurkan tangannya ke hadapanku, memberikan sebuah sapu tangan putih kepadaku,, hingga ku perlahan mengangkat kepalaku yang telah lama tertunduk lemah,. Dia tersenyum kepadaku, namun air matanya mengair deras dihadapanku, jatuh sudah air matanya ke pipiku saat itu,. Aku menggapai tangan nya yang hangat, wajah itu tidak asing lagi oleh ku,,
Bukankah kita pernah bertemu sebelumnya didalam mimpi? Benarkah ini sosok pemuda itu yang ada dalam dunia nyataku? Segudang pertanyaan mengampiri aku,. Namun mullut ku terkunci tak dapat berbicara satu kata pun,. Dia rangkul aku, membwaku ke tempat yang lebih terang dan bercahaya bintang, dia angkat tangannya, diarahkan telunjuknya ke satu bintang yang paling terang, lalu dia tersenyum kepada ku, seolah dia sedang memetik bintang itu, lalu di buka genggaman tangan ku, dan memberikan cahaya itu padaku,.

“aku adalah alasan mu untuk bertahan, bersabarlah wahai wanita ku, hingga waktu itu tiba akan ku berikan seluruh yang ku punya untuk mu, yang kan mengobati seluruh rasa sakit mu, yang kan memberikanmu kenyaman lahir dan batin,. Tak kan ku biarkan kamu sendiri menghadapi semua itu, bersenderlah selalu pada diriku, berikan sebagian rasa sakit mu padaku, teruslah tersenyum walaupun pahit yang kau rasa, saat waktu itu tiba aku akan menjemputmu,. Ku titip satu bintang yang paling terang untuk mu, saat ku jauh dari mu, rasakan terangnya cahaya bintang yang ku berikan  untukmu, dimana pun kamu berada kamu tak kan merasa ada disebuah tempat yg gelap, karna aku akan selalu dihatimu sayang”
By: Yunita Anggraini NA
26-07-2015
( Label: ) Read more

Isnin, 29 Jun 2015

0 ulasan

My Destiny




“Selamat pagi juni, bulan yang penuh dengan berkah”., teriak ku sambil menghembuskan nafas disela dinginya angin pagi di kota ku ini., cahaya mentari perlahan memasuki sela sela jendela kaca rumahku, menembus hingga menyilaukan kedua bola mata coklat yang ku punya..
Oh iya sebelumnya perkenalkan, aku yuki, seorang  gadis mungil dengan sepasang bola mata coklat dan senyum manis yang menghiasi wajahku,. Aku seorang mahasiswi, disebuah Kampus di kota ku ini,. Hidup ku yang biasa biasa selama ini, seakan berubah 180 derajat setelah ku kenal dia.,
Sore itu, tepatnya di awal juni di tahun 2015,. Seperti biasa rutinitas sehari hari ku, yang monoton hingga aku memecahkan recor muri untuk nominasi jomblo terawet,.Hhaa.,  Ku lihat sebuah Akun media sosial ku,, di sebuah IG,.  aku yang hoby love  love foto org akhirnya mempertemukan ku pada seorang pemuda yang ku ketahui saat itu adalah alumni dari kampus ku ni. Awalnya aku biasa saja, bertegur sapa, seprti pada umumnya dengan orang lain nya., tapi semua berubah saat NEGARA API MENYERANG., hhaa., bukann., maksud ku,. Semua berjalan seprti air mengalir, berjalan apa adanya, dan aku menikmati itu.,

Perhatian yang dia berikan Hingga malam ini, membuatku berfikir keras, tentang apa yang dia katakan padaku., aku berusaha mengabaikan perkataan itu, ., tapi, semakin jelas pula perkataan itu dalam kepala ku., Dia selalu mengaitkan semua pertemuan ini pada yang kuasa, menganggapku adalah tulang rusuk nya yang selama ini dia cari,.  Spontan jantungku terasa sakit,. Jantungku berdetak tidak seperti biasanya., udah sangat lama rasanya tidak merasa kan getaran yang berbeda pada jantung ini., Hingga akhirnya INSOMNIA ku kembali untuk malam ini.,
Oh iya sampai lupa., hhaa., perkenalkan dulu nih,. Tokoh utama nya,. Seorang pemuda tampan dengan kulit kuning langsat, dan hidung mancung yang dia punya , serta senyum manis yang menghiasi bibirnya,. Yang membuat semua wanita pada pingsan melihatnya.,  sebut saja dia EZa,. Seoorang alumni , alias abang tingkat dari kampus ku,. Awalnya sih aku binggung pemuda ini selama dikampus sering sama siapa? sering pake baju apa? Bahkan keberadaanya bagiku begitu tidak spesifik saat di kampus., Lantas ku coba sekuat tenaga yang ku punya untuk mengingat semua kenangan masa lalu itu.,

Semakin ku pikir, semakin kuat debar jantung ku,. Terlintas diotakku, wajah yang pernah tersenyum indah kepadaku saat  dia masih dikampus., ku ingat, aku mulai mengingatnya,. Semakin ku ingat, semakin tinggi pula senyum ku terangkat., mungkin ini gejala awal dari rasa gila ku.,
Tak banyak perubahan di tanggal 2 dan 3 ., memikirkan perkataannya setiap malam, adalah ide yang gila,. Mata ku tutup, tapi percuma fikiran ku tak kunjung juga untuk beristirahat,. Tak bisa tertidur sedikit pun 3 hari berturut turut,. Membuat tubuh ku mulai tak enak., lantas kenapa jantung ini tak bisa tenang sedikit pun,. Apakah ini akibat dari otakku yang ku paksakan untuk mengingat siapa pemuda itu? Aku tak tau.,

Pagi nya aku pergi berurut,. Badan terasa sakit semua,. Mata mulai lelah,. Lalu hal yang mengejutkan saat aku diurut sama seorang nenek nenek yang sudah tua itu terjadi.,
“apa yang sakit nnak” lantas ku jawab “badan sakit semua nek, gak bisa tidur udah 3 hari”
“sekarang jujur sama nenek” aku mulai serius mendengar nenek itu berbicara .,
“ada seseorang yang suka sama kamu ya nak?” DDDaaarrrrrrr pecahlah jantungku sekarang,. Muka ku mulai memerah, ku tahan debaran jantung ku, ku takut si nenek bakalan dengan suara jantung ku itu,. Dengan malu malU Aku mengangguk pada nya.,

“sekarang seperti ini aja ya nak, kalau diamemang benar  jodoh mu, pasti allah akan mudahkan segala hal nya untuk bertemu, hingga hari itu tiba, tp kalau tidak,, pasti allah akan mempersulit itu semua,. Tapi sekarang ini jalani aja dulu, kenallah lebih jauh bagaimana dia disana, tapi pesan nenek satu, jangan sampai salah langkah, ingat Allah selalu, wanita yang baik, diciptakan untuk lelaki yag baik pula,. Dan lelaki yang baik juga diciptakan untuk wanita yang baik pula”


Perasaan ku mulai bisa ku kendalikan., debaran jatung ku perlahan menurunkan kecepatan nya, dan aku hanya berharap pulang dari sini aku bisa tidur sepuas yang ku bisa.,.
Malamnya, pemuda itu menelfon ku kembali,. Aku heran, dia terlihat begitu bersedih, jantungku baru tenang, sekarang malah kembali terasa sakit mendengarkan dia bersedih, seperti menangis,. Tak kuat rasa hatiku menahannya,. Ku coba bertanya padanya,. Apa yang terjadi padanya? Apakah ada masalah? Apa itu? Sejuta pertanyaan yang tersimpan, ingin sekali ku katakan padanya saat itu.,
Saat itu “entah kenapa kok malam ini abang merasa kangen sekali sama yunita, dibilang ada masalah di tempat kerja, gak kok, kerja gak ada masalah, skrg ni masalahnya ada sama yuki tu,, gak tau kenapa abang perlu yuki ada disamping abang, pengen kali liat yuki, butuh yuki sekarang, gak tau kenapa bang mikir kaya gitu, la sesak kali dada abang menahannya,. Apa yang abang rasa skrg itu lah yang abang katakan sama yuki, Cuma butuh yuki menenangkan hati abang,. “ katanya sambil menangis iba padaku.,

Nyeri terasa jantung ini,. Mendengar setiap kata yang keluar dari bibirnya., apa yang harus ku lakukan saat ini padanya, ketika raga ini tak disampingnya,. Seandainya dia tau, aku merasakan hal yang sama sepertinya,. Hingga buat ku tak tertidur sedikitpun memikirkannya,. Ingin ku katakan padanya,. “Mungkin ku telah jatuh cinta padanya., tetaplah bersama ku dengan dirinya seperti ini”,. Mungkin ini adalah jawab dari doa ku, aku pernah menyerah untuk jatuh cinta, aku tak ingin kembali jatuh cinta, bagi ku cinta hanya indah diawal saja,. Namun menyedihkan pada akhirnya, aku hanya berharap suatu hari, dengan kesabaran ku menjalani hari ini, allah akan mempertemukanku dengan jodoh ku, bukan lagi dengan cinta yang sesaat., saat ku tlah bertemu dengan dia, akan ku jaga dia, akan ku rawat dia, akan ku buat dia senyaman apapun untuk dapat selalu bersama ku hingga waktu itu tiba,.

Hingga akhirnnya ku temukan dia, yang lembut hatinya, yang buat ku sangat berarti untuknya, yang selalu membuat hati ku bahagia dengan perkataan nya,. Yang tau semua kekuranganku, tapi tetap ingin bersamaku., semua itu adalah sebuah anugrah allah yang allah berikan untuk ku skrg.,
Hari berganti,hari,. Tepat tanggal 12  dibulan juni,. Aku kehilangan sosok yang sangat aku sayangi,. Pagi sebelumnya dia mengatakan bahwa dia sedang sakit, kepalanya pusing, adannya sakit, dan akhirnya muntah., betapa paninya aku saat itu,. Ku coba menelfon dia., lebih dari 10 x ku telfon tak kunjung diangkat juga., rasa cemas ini semakin besar, aku tak berfikir dia akan meninggalkan ku saat dia benar benar menyayangi aku saat itu, begitu saaja terlintas dikepalaku, kekasih hatiku masuk rumah sakit,. Saat aku tak tau keadaannya sekarang, yang kulakukan hanyalah menangis setiap malamnya, sesekali ku lihat foto2 nya, dan akhirnya cairan hangat itu tetap keluar disela sela kelopak mata ku , membasahi kedua pipi ini.

Aku memohon pada Nya, saat aku telah dipertemukan dengan dia, kenapa harus secepat ini harus berpisah,. Kalau harus berpisah seperti ini aku lebih baik tak pernah kenal dia dan jatuh cinta padanya., sekarang kalau benar dia masuk rumah sakit, betapa jahatnya aku  tak berada disampingnya saat dia sedang berjuang dengan hidupnya., aku hanya bisa memohon kepada nya., “bertanggung jawblah atas kesehatan Jodohku disana, jagalah dia, beri dia kesehatan dan kenyamanan pada hatinya,hingga kami dapat bersatu kembali, Seperti janji mu pada ku dulu”

2 hari berlau,. Tanpa kabar., 3, 4 hari tanpa kabar, hati mulai resah,. Fikiran negatif yang ku pendam akhirnya keluar sudah,. Saat itu yang ku fikirkan hanyalah, “mati” , mungkin dia telah mati,. Dan saat malam itu cairan hangat itu bnar benar deras turun dari kedua bola mata ku., terseduh seperti anak kecil,. Berulang setiap kali saat melihat foto nya,. Ujian tak ku hiraukan, aku hanya perlu sebuah kabar, hanya sebuah kabar bahwa dia masih hidup, walaupun dia ada dirumah sakit.,
Beruntung ku tinggal sendiri disini, aku bisa menangis sebanyak yg ku mau,. Tanpa ada rasa malu sedikitpun,. Mata bengkak tak ku pedulikan lagi,, yang jelas aku sangat merindukannya, dan ingin tau bagaimana kondisi nya sekarang ini.,
5 hari berlalu,. Ku kembali mencoba menelfonnya., siang itu saat selesai ujian., “halo sayang,. Maaf sayang kemarin abang dirawat inap di RS, Hp abang tinggal dirumah, badan bang gak teurus lagi,. Maafin abang ya sayang”

Sontak buat hati ku kacaw, ada rasa senang ada rasa sedih , campur aduk jadi satu., aku senang setidaknya aku masih bisa dengar suaranya , dan artinya jodohku disana masih hidup, senang rasanya bisa kembali mengetahui kondisi nya sekarang ini. Tapi dibalik semua, aku teramat sangat sedih ketika dia berada dirumah sakit, aku tak tau itu, aku tak tau kabar itu, aku tak bisa berada disampingnya, aku tak bisa beri dia semngat untuk hidup,. Sunnguh tak berguna rasanya, ini yang namanya Suka dan Duka., aku lantas tak ada saat dia sedang berduka melawan penyakitnya.,

Sekarang dia sudah keluar dari rumah sakit, hati ku perlahan sembuh sendirinya, mengetahui keberadaanya dan kondisinya yang sekarang mulai membaik, itu sudah cukup bagiku., raga ku mungkin tak berada disampingnya, namun doa ku selalu ada di sekeliling nya., berharap akan kesehatan selalu padanya,. Kesabaran padanya., kenyamanan pada hatinya., dan pada akhirnya aku dapat berjumpa padanya., karna bagaimana pun You are My destiny .,

Dering telfonku membuat ku tersenyum di pagi hari.,
Kau bercerita semalam kita bertemu dalam mimpi.,
Entah mengapa akau merasakan hadirmu disini.,
Tawa candamu menghibur saatku sendiri.,
Aku disini dan kau disana.,
Hanya berjumpa via suara.,
Namun ku slalu menuggu saat kita akan berjumpa.,
Meski kau kini jauh disana .,
Kita memandang langit yang sama.,
Jauh dimata namun dekat dihati.,

By” Yunita Anggraini NA
( Label: ) Read more

Selasa, 14 Oktober 2014

0 ulasan

Mr.Megane



Matanya yang mengarah lurus kepadaku., dibawah sinar cahaya api unggun di malam hari yang dingin ini,., aku menggenggam kedua pergelangan tangannya., tubuhnya yg tinggi menutupi tubuh ku yg mungil ini., dia tersenyum kpd ku., dia hanya mengunakan sebuah baju pendek dan celana pendek dengan tubuh yg berlumuran dengan lumpur.,  tak akan ku lepaskan dia., tak akan pernah aku lepaskan., selama ini dia membuatku harus tunduk dan patuh dengan setiap perintahnya., sekarang adalah malam pembalasan., saatnya aku membalas semua yg telah dia lakukan kepadaku selama 5 hari OSPEK kemarin berlangsung.,
Aku menyuruhnya untuk merangkak diatas lumpur,. Sambil sesekali berguling diatas lumpur., aku hanya bisa tertawa., dia mengikuti setiap perintah yg aku lakukan., karna hari ini aku lah ratu OSPEK nya., menjadi Queen semalam untuk membalas semua kakak tingkat yg sudah menjahiliku selama ospek.,


Aku sadari perasaan ini mulai tumbuh saat kejadian malam ini., tapi percaya kah kalian akan cinta pada pandangan pertama.,  pertama kali aku datang ke kampus ini., mata ku tak pernah berhenti  memandang  pemuda itu.,  tiba tiba saja perasaanku deg degkan ketika melihatnya., mendegar suara indah yg keluar dari bibirnya.,
Selama upacara pembukaan OSPEK aku berdiri dari kejahuan melihat setiap gerak gerik yg dia lakukan., mata ku fokus tertuju pada nya., hingga timbulah sebuah perasaan yg tak tahu apa namanya itu.,
                                                                                          
Dia seakan Menyihirku dengan setiap gaya dan tingkah lakunya.,  Diantara bnyak nya teman teman baru ku., aku pun  diam diam mencari kesempatan untuk meliriknya dari belakang dan hingga akhirnya aku tersipu malu melihatnya., dan mencoba  menahan senyum itu agar masuk kembali ke dalam hatiku.,

Malam pembalasan ini, aku dapat merasakan hangatnya tangannya., saat dia mengulurkan tangannya kepada ku dan memberikan ucapan selamat kepada ku., atas terpilihnya aku menjadi Queen dalam ospek ini., aku girang ., serasa roh ku melayang ke langit karna aku tak habis fikir dia mau menjabat tanganku., seorang pemuda yg sgat populer di kampus ini., dengan nilai sangat memuaskan mau menjabat seorang gadis mungil jelek berjerawat seperti aku.,
Tak dapat ku ungkapkan dengan kata-kata., sungguh tak bisa., hanya hati ini lah yg dapat merasakan indahnya malam itu saat waktu terhenti untuk kami berdua dengan suasana yg begitu mendebarkan.,
OSPEK boleh saja berhakir., namun., perasaan ini sulit untuk mengakhirinya., saat itu disebuah acara kampus., tepatnya perpisahan kakak tingkat 3., aku yg saat itu ikut berpartisipasi dalam acara paduan suara., tentu senang bisa lebih menunjukkan talentaku dihadapan semua org., tapi selama acara berlangsung., mata ku tak mengikuti setiap acara yg berlangsung disana., melainkan Mata ku fokus pada pemuda itu., oh ia sampai lupa., aku tak tau nama nya., tapi aku punya nama special untuk dia., dan akhirnya sebua lampu terang diatas otakku tertulis namanya., yaitu “Mr.Megane”
Ya Nama kerennya adalah MR.Megane., berasal dari kata jepang “Megane” yang artinya “KacaMata” dan MR. Dari bahasa inggris yg artinya “Pemuda” jadi Mr.Megane adlah “Pemuda BerkacaMata” mungkin secara fisikly karena dia pake kaca mata., dan itu menambah karisma dia., dan juga agar orang dikamus gak tau siapa MR. Megane yg sering ku buat dalam Status di sosial media ku., kalau tau kan., gawat., entar ada yg cemburu lg., toh., tidak ada yang salah mencintai seseorang., hanya saja akan menjadi salah bila kita mengharapkan ada balasan dari perasan yg kta tujukan pada dia.,
Jadi intinya., bagiku biarlah seperti ini., aku lebih nyaman mencintainya seperti ini., cukup memandang dan melihatnya dari kejahuan.. itu udah cukup membuat ku bahagia.,
.,
Aku berharap dihari ini akana jadi hari terindah kedua ku setelah malam itu bersamanya., memang tampak sekali aku terkesan ingin dekat dan ingin ngobrol berdua dengan dia lg., sampai akhirnya., aku mendapatkan foto bersama dia., walaupun bersama dengan teman ku yang lain.,
“tahukah kamu., Mr.Megane., aku ingin foto berdua dengan mu., biar ku simpan foto itu  sebagai kenangan yg terindah saat ku telah jatuh cinta kepadmu”.
Aku memberanikan diriku., untuk melangkah kaki ku setahap demi setahap untuk meminta nya agar mau berfoto berdua denganku., tapi alhasil., aku bahagia sangat., bisa foto berdua dengan MR.Megane., seakan mimpi indah hari ini., dan aku tak ingin bangun terlalu cepat untuk mengakhiri setiap moment yg  mendebarkan ini.,

Entah apa difikiran ny sekarang., apakah dia berfikir manusia jelek berjerawat ni tak tau diuntung atau tak tau malu aku tak tau itu., tapi persetan dengan segala hal itu., aku hanya merasa bahagia saat aku bisa mengabadikan moment indah itu dengan mata lensa yang telah lama kusiapkan untuk nya.,
Namun seiring waktu berjalan., rasa itu mulai pudar., diterpa kuatnya ombak., singgahnya kumbang yg lain., membuatku tergoyang dengan kuatnya bisikan angin yang membuat hati ini luluh lantah., dimulai dengan saling cek cok., beradu argument., dan saling mengejek satu sama lain., aku tak pernah akan menyadari akan seperti ini jadinya.,
Dia sombong dengan kepintarannya., dia juga tak ramah dengan ku., selama aku ospek dia tak pernah absen untuk memarahi ku dengan alasan yang segudang.,  tapi  percayakah kalian dengan “benci jadi cinta”?? .,
Aku sangat membencinya., jangankan untuk menegurnya., melihanya pun enggan aku lakukan., mungkin hati yang kesepian akan hadirnya kasih sayang membuat semua mengalir apa adanya.,
Dia seorang pemuda berpostur tinggi., kurus., kulit kuning langsat., dengan bola mata coklat ., dan hidung mncung yang dia miliki ., membuat aku salah tingkah awalnya., tapi saat ku ketahui dia seorang pemuda yang sombong dan seakan merasa pintar sendiri aku bolak balik untuk kembali memilih Mr.Megane.,
Memang diantar banyak temannya., dia lah yg paling bersinar., tidak hnya indah rupanya., tp cerdas pula otaknya.,
Gaya nya yang sok cool., tapi terkadang mata ini tak ingin lepas dari wajahnya., hingga suatu hari aku usil untuk mengabadikan fotonya lewat lensa kamera yang ku punya.,
Benci tapi kepengen lebih dekat dan mengenalinya., terkadang sulit memahami hati sendiri., dibandingkan memahami hati orang lain., sulit untuk mempraktekkan segala teori untuk diri kita dibandingkan berkomentar tentang teori untuk orang lain., aku mendapat kesempatan yang tak datang 2 kali., dengan gaya usilnya., dia menerima tawaran untuk berfoto berdua denganku., entah apa salah obatnya., dia begitu saja foto denganku., ,tanpa ragu., sedangkan aku suda gemeteran dibuatny karna berdiri disampingku dengan gaya yang sedikit arogan.,
Dan sekali lagi aku berhasil mengabadikannya lewat lensa kamera yg aku punya., menjadi sebuah mmoment indah yang tak akan pernah bisa aku lupakan.,

Aku terjebak diantara 2 lelaki yang berkepribadian yang bertolak belakang., tapi aku suka keduanya., kurasa ini bukan cinta., hanya sekedar kagum atau yang lain nya lah selain cinta sebenarnya.,
Sampai akhirnya aku mengetahui Mr.Megane telah mempunyai sosok wanita yang dipujanya., aku merasa langit ini menimpa ku ke permukaan bumi., rasanya seakan tenggelam dalam nya Lautan dan susah untuk tiba dipermukaannya.,
Sedih., hingga air mata yang tak berdosa ini jatuh ke dunia yang fana ini., aku tak mungkin masuk kedalamnya., tak ada celah bagi ku untuk ada diantara mereka., mereka saling mencintai., tapi aku disini pun merasakan hal yang sama seperti mereka.,
Biarlah seperti ini., gadis seperti ku., yang banyak kurangnya memang tak pantas untuk bisa mendekatinya., tak mungkin bisa juga untuk kedua kalinya dapat mengenggam kedua tangannya seperti malam itu lagi.,
Tak apa bagi ku., cukup dia bahagia dengan hidupnya., aku disini akan selalu berdiri dari kejahuan melihatnya., untuk meikmati sedikit sinar yang terpancar dari nya., merasakan hangatnya senyumannya saat kami saling menyapa.,
Tak mungkin aku bisa mendekatinya lebih jauh lagi., sebelum aku jatuh dan tak bisa keluar dari gelapnya cinta yang aku jalani sendiri.,
Walaupun sampai saat ini dia pun tak tau perasaanku sebenarnya kepada nya., bahkan sekali pun aku tak pernah berani untuk memberi tahunya akan rindu terlarang ini yang kian kali menyiksa batinku.,

Selamat tinggal cinta ku., selamat tinggal Mr.Megane., kenangan yg kau beri., pengertian dan dukungan yang kau beri., akan ku simpan selalu di long time memory ku., mungkin aku telah salah menemmmpatkan hatiku kepadamu., mungkin aku adalah wanita yang bodoh terlalu berharap sejauh ini., malam itu hingga kini pun hati ini tak bisa berbohong., sekuat apapun aku mencoba untuk meninggalkanmu., lari dari kenyataan ., dan merubah semua steatmen bahwa kau peduli dan baik kepadaku., aku rubah bahwa kau hnya peduli dan baik dengan orang lain kecuali aku.,
Kau tak peduli., bahkan tak baik pada ku ssama sekali., dengan demikian aku akan lebih mudah melupakan dan menemukan kehidupan ku yang baru tapi tidak dengan kenangan masa lalu mu selama ini yang telah ku abadikan., biarkan aku berjalan perlahan untuk mencari kesibukan lainnya., agar ku sedikit lupa dengan kenangan indah dari mu.,
 “trimakasih sudah pernah menjadi bagian dari warna kehidupanku., dan merubah sedikit senyum ini walau hanya sesaat, karena bgaimanapun kamu adalah Mr.Megane ku”


( Label: ) Read more
0 ulasan

Mr.Ice Cream



Ini sudah mangkuk es krim kedua yang aku lahap malam itu, tak peduli aku sudah dua jam duduk di kedai ini. Pelayan tua kedai itu kadang sesekali memalingkan tatapannya dari Koran pagi harinya kearah ku. Mungkin dia pikir aku kurang waras, di cuaca sedingin ini dan sedang hujan deras diluar sana, ada gadis yang masih menikmati es krim sampai mangkuk kedua, tenang saja pak tua gumam ku dalam hati mungkin akan ada mangkuk yang ketiga, keempat, kelima dan seterusnya. Aku tak peduli.


Hap, sendok demi sendok aku nikmati, tatapanku hanya menatap kosong pada suatu titik sembarang di sudut kedai itu. kenangan demi kenangan aku putar di pelupuk mataku, seperti komedi putar yang sedang memutar scene demi scene. Membuat hati ini campur aduk dan sedikit sesak. Me-rewind semua rutinitas gila makan es krim ini dari mana asalnya, kalo bukan dari dirinya. 
***

3 tahun yang lalu. Di kedai es krim yang sama

Wajahnya yang sedikit pucat dan tirus, rambut nya yang agak panjang, sedikit berantakan, dia tersenyum menatap ku penasaran, menunggu pendapatku tentang rasa es krim yang barusan aku cicipi.

“Gimana?” tatapnya penasaran, air mukanya mulai serius melihat ekspresiku yang mengerutkan dahi seperti ada yang salah dengan es krim yang kumakan. 

“Tunggu!” jawabku sambil memutar mata seolah berfikir serius mendikripsikan Sesuatu yang sedang lumer dilidahku, lalu ku coba sesendok lagi, sok-sokan lagaku seperti tester sejati. 

“Enaak !!” Seru ku.

Dia tersenyum kecil dan menjewer pipiku, protes melihat ekspresi ku yang menipu. Aku lantas mengerenyit sambil mengusap pipiku yang dijewernya.

Ya, Dialah Keylan. Key dan Aku pertama kali bertemu di laboratorium praktikum kimia dasar, Dia yang mengembalikan modul praktikumku yang tertinggal di laboratorium. Disitulah kami berkenalan, dia sebenarnya seniorku di kampus, usianya terpaut dua tahun lebih tua dari umurku.

Key mengambil cuti selama satu tahun di awal perkuliahan oleh sebab itu ia sering meminjam buku catatanku untuk mengejar ketinggalannya. Sebagai imbalan nya Key sering mentaktirku es krim. Berawal dari sebuah catatan dan secorong es krim di kantin kampus-lah pertemanan kami semakin akrab.

Key dan aku adalah sosok manusia yang mempunyai hobi yang bisa dibilang terbalik, Key adalah cowok dengan hobi membuat cake atau makanan manis. Sedangkan aku adalah cewek dengan hobi nonton sepak bola dan nonton serial kartun Kapten Tsubatsa. Terbalik bukan?

Mr. ice cream adalah panggilanku untuknya. Cowok berbadan kurus dan tinggi ini bisa di bilang addicted dengan es krim seperti sesuatu yang tak bisa di pisahkan. Karena hobi dan mimpinya ingin mempunyai usaha di bidang kuliner itu, Key mengambil Cooking Class khusus membuat pastry. Key termasuk golongan cowok yang cool dan tak banyak bicara, Terkadang Key tidak bisa ditebak serta penuh kejutan.

Sore itu, Key dengan sengaja menculikku dari kampus, Key mengajakku berkunjung ke kedai es krim yang konon katanya sudah ada sejak jaman kolonial belanda. dan aku percaya itu, karena bangunan kedai itu sudah tua, interior kedai itu pun terlihat seperti di museum–mesueum sejarah, seperti meja kasir dan pintu yang sedikit tinggi terbuat dari kayu oak yang berpelitur, mesin kasir nya pun antik dengan type model tua, disisi sebelah kiri kedai terdapat roti-roti yang masih hangat terpajang dalam etalase tua, Demikian juga alat penimbangan kue yang sudah tua, bahkan pelayan nya pun tak ada yang muda, semua tua. 

Key bercerita sambil menerawang kearah langit-langit, kalo dia sering makan es krim disini ketika masih kecil bersama ibunya. Ia menceritakan kesukaannya terhadap tempat ini dan kegemaran nya makan es krim, alasan dirinya suka sekali makan es krim karena ibunya pernah mengatakan bahwa makanan yang manis itu bisa mengobati patah hati dan bad mood. 

Aku hanya menatap wajahnya yang masih sedikit pucat dan mendengarkannya dengan setia karena antusias dengan apa yang ia lakukaan atau ia ceritakan. 

“Semua orang hampir menyukai es krim bukan?” dia menatap ku lagi. Sialnya aku tertangkap mata karena menatapnya lamat-lamat, aku memalingkan wajah dan menyibukan diri dengan mengambil roti tanpa isi dan ku jejali roti itu dengan es krim tutti fruiti-ku.

“Termasuk kamu yang rakus, makan es krim sama roti” protes nya sambil tertawa kecil melihat kelakuanku melahap roti isi es krim.

“ini Enaaak, coba deh Key” sambil menyodorkan roti isi eskrim kepadanya sebagai upaya mengkamufalse salah tingkahku barusan. Key lantas mencoba mengunyahnya dengan lahap, lalu tersenyum lagi tanda setuju kalo itu kombinasi yang enak. 

“yeee, enak kan, sekarang Key ketularan rakus” aku tertawa puas. Dan key menjewer pipiku lagi. Kami pun kembali tertawa riang. 

Mungkin, para pengunjung di kedai itu, melihat Aku dan Key seolah pasangan kekasih romantis, yang sedang bersenda gurau. Tapi mereka salah besar. Kami tidak pacaran, tepatnya key punya pacar. Key berpacaran dengan Amerina. Mengenai Key dan Amerina aku tak tahu banyak karena Key jarang sekali bercerita tentang hubungan mereka, setahuku mereka menjalin pertemanan semenjak mereka duduk di bangku SMA, lalu mereka saling menyukai dan berpacaran, Amerina adalah gadis cantik, anggun, smart dan terlihat kalem, menurutku Amerina seperti Key versi cewek. Hanya itu yang ku tahu.

“Pulang yuk ran, nanti ketinggalan jadwal nonton Tsubatsa ” ajak Key kepadaku sekaligus mengingatkan.

“Iya, hampir lupa..ayook” jawabku sambil beranjak dari kursi. Mengikuti punggung Key yang sudah berjalan terlebih dahulu meninggalkan kedai itu. 
***

2 Tahun yang lalu. Di kedai es krim yang sama.

Key tersenyum simpul penuh arti dan terlihat lebih menarik dengan kemeja abu-abu bermotif kotak-kotaknya kali ini rambutnya terikat rapih.

“Ta daaaa, Happy Birth Day” Key menyodorkan sesuatu. Aku diam terpaku tak menyangka. Sebuah surprise !!

Malam itu di hari ke lima belas di bulan September, Key membuatkanku kue ulang tahun dengan motif bola dengan dominasi warna biru dan putih, seperti warna club kesukaanku, Chelsea. Lengkap dengan tulisan “Happy Birth Day Rana” diatas kepingan cokelat putih yang membuat kue itu semakin cantik dan tak lupa lilin dengan angka kembar dua-puluh-dua. 

“Jangan lupa berdoa dan make wish ya” Key tersenyum Simpul lagi. 

Aku meniup lilin angka kembar itu, dan memejamkan mata dalam dua detik membuat permohonan. Kami merayakannya hanya berdua saja. Menikmati kue tart buatan Key dan es Krim tentunya.

“Rio, belum telepon juga?” Key bertanya singkat.

Rio? Kenapa Key nanya Rio lagi sih?. Aku hanya menggeleng. Singkat cerita, Rio adalah pacarku. tepatnya seminggu yang lalu, jadi sekarang dia sudah menyandang gelar mantan pacar. Rio dan Aku bertahan pacaran hanya lima bulan saja. Kami menjalani hubungan LDR alias Long Damn Realtionship, atau pacaran jarak jauh, Akhir-akhir ini komunikasi kami mulai terasa tidak lancar. Ditambah Rio yang tidak pernah suka dengan hobiku yang menyukai sepak bola. Terkadang itu menjadi bahan pertengkararan kami. Pada akhirnya kami memutuskan hubungan secara baik-baik. Tak ada yang harus di pertahankan.

“Sudah, jangan sedih. Mungkin dia sibuk” ujarnya seraya menghiburku.

Puh, tak ada telepon pun tak masalah bagiku, lalu ku hanya diam dan menikmati es krim dan kuenya lagi.

“yang penting…” Ujar Key. Hening sejenak. Aku menunggu Key melanjutkan kalimatnya. “ Ayah dan Adik, sudah telepon” lanjutnya sambil tersenyum.

Aku mendongak, menatapnya lekat-lekat lalu membalas senyumannya “Tentu saja, itu yang penting” timpalku kepadanya. Kamu juga penting Key.

Key selalu peduli dan selalu mencoba menghiburku. Seorang teman yang selalu ada untukku, diberikan surprise seperti ini adalah pertama kali dalam hidupku, ada orang lain di luar anggota keluargaku yang membuat perayaan spesial seperti ini khusus untukku hanya seorang teman seperti Key yang melakukannya. Teman? Lalu bagaimana dengan Amerina? Apakah dia melakukan hal yang sama kepadanya? 

Pertanyaan-pertanyaan ini tiba-tiba muncul di kepalaku, Mengapa aku ingin tahu detail bagaimana Key memperlakukan Amerina? Bukan kah sebelumnya aku tak pernah peduli?

“Barusan make a wish apa?” Pertanyaan Key membangunkan ku dari lamunan akibat pertanyaan–pertayaan aneh yang bermunculan dari kepalaku.

“Rahasia” Aku menjawab spontan. Lalu memasang muka jahil.

“Pelit” Key pura-pura ngambek.

“Anyway Key, thank a lot, you’re my best” Aku tersenyum. aku bahagia malam ini.

“Any time, Ran” balas Key. Tersenyum simpul.

Malam itu diumur ku yang bertambah, Aku menyadari seorang duduk dihadapanku seperti sebuah es krim yang dalam diamnya terlihat cool, dalam senyumnya terasa manis, dan dalam katanya terdengar lembut. Dia yang membuatku menyadari sesuatu itu ada, tetapi sesuatu yang tak bisa aku jelaskan, tak bisa aku hitung dengan rumus matematika, dan tak bisa aku urai seperti senyawa kimia, dan sesuatu itu tidak hanya ada, tetapi hidup dan berdetak, dan kadang membuat dada ini sesak. 
***

Segerombolan awan hitam, tak hentinya menumpahkan air kebumi, menadakan besarnya kerinduan langit pada bumi. Debu-debu yang menempel di jalanan dan gedung tua pun ikut terhanyut olehnya, membuahkan aroma tanah yang menyaingi aroma roti yang baru keluar dari pemanggangan sore itu. Kedai itu tak berubah sedikitpun, semua interiornya tetap tua di makan usia. 

Dua jam yang lalu, aku dan Key duduk bersama di kedai ini, wajahnya sudah tak sepucat dan setirus dulu, rambut nya pun tak seberantakan dan sepanjang satu tahun yang lalu, Key terlihat baik-baik saja bukan?, Namun tak ada sedikit pun senyum didalam air muka Key, Dia bersikap dingin, sedingin es krim di mangkuk dan cuaca di luar sana.

“Kenapa gak ada kabar ran?” Key menatapku serius. Nada suaranya dingin.

Aku tak sanggup memandang key, hanya tertunduk dan diam, lidah ini kelu untuk berucap memberi alasan yang sebenarnya. 

“Aku sibuk Key” Aku berbohong. “Maaf Key, aku memang keterlaluan” ucapku sekali lagi. Menahan air mata yang nyaris keluar.

Setelah mendengar kata maaf itu Key langsung mehenyakan punggungnya kesandaran kursi, seperti tak percaya hanya mendengar kata maaf dari seorang sahabat yang hanya pamitan lewat sms dan setahun kemudian tak ada kabar sedikitpun seperti menghilang di telan bumi. Aku tahu Key pasti marah hebat kepadaku, tapi semenjak perasaan ini makin menguasai, persahabatanku dengan Key terasa bias, tepatnya hanya aku yang merasa bias, aku tak kuasa lagi mempertahankan kepura-puraanku di depan Key yang selalu bersikap baik kepadaku. Karena dengan sikap Key yang seperti itu, mahluk yang bernama perasaan ini seperti di beri pupuk, dan akan terus tumbuh, walau aku susah payah memangkas nya tapi ini akan terus tumbuh tak terkendali dan akan terus membuatku merasa bahagia dan sakit dalam waktu yang bersamaan. Maka ketika kesempatan bekerja di luar kota itu datang aku tak menyiakan nya.

“Tapi kau baik-baik saja kan?” Ucap nya tenang.

Aku mendongak, menatapnya lekat-lekat. Air mataku hampir jatuh. Aku tak boleh menangis di depan nya, ini hanya akan membuatnya semakin cemas. Mulutku kembali terbuka, namun tak bersuara, lalu aku mengangguk. Kembali menunduk. aku tahu perasaan Key sekarang campur aduk antara marah dan cemas namun Key selalu baik dan memaafkanku yang bertindak bodoh.

“Lalu bagaimana denganmu Key?” ucapku terbata.

Key tak menjawab, dia mentapku lekat-lekat, mungkin sikapku terlihat aneh dan membingungkan bagi Key sehingga membuat penasaran, terlihat dari raut wajahnya sepertinya ia ingin menumpahkan beribu-ribu pertanyaan atas sikapku ini. Namun Key menyerah, dia menghenyakan kembali punggungnya kesandaran kursi. Sedikit demi sedikit suasana diantara kami pun mencair, seperti es krim di mangkuk ini pun mencair.
***

Layaknya langit, aku pun sama, duduk berjam-jam disini sedang menumpahkan kerinduan pada kedai ini, kerinduan pada Es krim, kerinduan pada Key. Scene potongan kejadian di pelupuk mataku sudah habis kuputar, kini aku mengembalikan fokus pandanganku tertuju ke suatu benda di atas meja, benda yg sedikit tebal dari kertas, berwarna merah, pemberian Key dua jam yang lalu.

Entahlah sudah berapuluh kali aku membolak balik benda itu, dan entahlah lah sudah berapa kali hati ini merasa terbolak balik karena melihat isinya. Sebagai teman ini adalah kabar baik untukku, namun sebagai orang yang sedang tertimpa perasaan aneh ini adalah kabar buruk bagiku. Lalu dimana aku harus menempatkan diriku sendiri? 

Butuh setahun aku men-sinkronisasi-kan antara hati dan logika ini untuk mendapatkan jawabnya, di mangkuk es krim yang ketiga ini aku baru dapat pemahamanya, bahwa tak pernah ada yang berubah dari sikap Key kepadaku, dia selalu ada untukku, melindungiku, menyangiku sebagai sahabatnya. Aku-lah yang terlalu egois, tak mau ambil tindakan serta resiko untuk menyatakan nya dan malah pergi menghilang darinya yang hanya membuat Key terluka. 

Hujan sudah reda diluar sana, nampaknya langit sudah puas menyatakan kerinduanya pada bumi, aku lantas beranjak dari kursi kedai itu, menuju meja kasir yang tinggi, pelayan tua itu menatapku lalu tersenyum megucapkan terimakasih, aku hanya membalas senyum sekedarnya. Perasaanku masih campur aduk dan terasa sesak.

Aku melangkah gontai keluar kedai, berjalan menuju Statsiun hendak meninggalkan kota ini, dan aku berjanji, minggu depan aku kan datang lagi ke kota ini, menjadi saksi ucapan janji abadi sehidup semati antara Key dan Amerina. aku akan hadapi semuanya, lari dari kenyataan adalah tidakan bodoh, bahwasanya sejauh apapun kita pergi, tak akan pernah membantu melupakan orang yang kita sayangi, yang membantu hanyalah sikap menerima kenyataan.

Biarlah aku menelan semua pahit dan sakit nya perasaan ini Key, dan waktu yang akan mencernanya. Karena aku tahu, Rasa sakit ini hanya bersifat sementara, Karena secorong es krim akan menjadi obatnya, bukan?
-The End-

COpas
By : Eka Suzie

( Label: ) Read more
Best viewed on firefox 5+
Copyright © Design by Sabiq Al Hasby